01 Juni, 2009

Religi Islami

BAB 1 - Manusia Dan Binatang

Manusia merupakan sebangsa binatang. Dia memiliki banyak kesamaan dengan binatang lainnya. Pada saat yang sama manusia memiliki banyak ciri yang membedakan dirinya dengan binatang lainnya, dan ciri-ciri ini menempatkannya lebih unggul daripada binatang. Ada ciri-ciri utama yang mendasar, yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Sifat-sifat manusiawi manusia ditentukan oleh ciri-ciri ini. Ciri-ciri ini, yang juga menjadi sumber dari apa yang dikenal sebagai budaya manusia, berkaitan dengan dua hal. Yaitu, sikap dan kecenderungan.
Pada umumnya binatang memiliki kemampuan melihat dan mengenal dirinya sendiri dan dunia sekitarnya. Dan dengan berbekal pengetahuan yang didapat dari melihat dan mengenal ini, binatang berupaya mendapatkan apa yang diinginkannya. Seperti binatang lainnya, manusia juga memiliki banyak keinginan. Dan dengan bekal pengetahuan dan pengertiannya, manusia berupaya mewujudkan keinginannya. Manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Bedanya adalah manusia lebih tahu, lebih mengerti, dan lebih tinggi tingkat keinginannya.
Kekhasan ini —yang dimiliki manusia— membedakan manusia dengan binatang, dan membuat manusia lebih unggul daripada binatang lainnya.
Pengetahuan dan Keinginan Binatang
Hanya melalui indera (alat untuk merasa, mencium bau, mendengar, melihat, meraba, dan merasakan sesuatu secara naluri—pen.) yang dimiliki, binatang mengenal (mengetahui) dunia. Itulah sebabnya. Pertama, pengetahuannya dangkal. Pengetahuannya tidak sampai menguasai detail sesuatu dan tidak memiliki akses ke hubungan-hubungan internal yang terjadi dalam sesuatu itu. Kedua, pengetahuannya parsial dan khusus, tidak universal dan tidak umum. Ketiga, pengetahuannya regional (terbatas pada wilayah tertentu), karena terbatas pada lingkungan hidupnya dan tidak lebih dari itu. Keempat, pengetahuannya terbatas pada saat sekarang dan tidak berkenaan dengan masa lalu dan masa mendatang. Binatang tidak mengetahui sejarahnya sendiri atau sejarah dunia. Karena itu, binatang tidak berpikir tentang masa depannya, dan juga tidak merencanakan masa depannya.
Dari segi pengetahuannya, binatang tak sanggup keluar dari kerangka lahiriahnya, kekhususannya, lingkungan hidupnya, dan masa sekarangnya. Binatang tak pernah lepas dari keempat bidang ini. Kalau saja secara kebetulan dapat melewati batas-batas keempat bidang ini, itu terjadi secara naluriah dan tidak sadar, bukan karena kehendak dan pilihannya sendiri.
Seperti pengetahuannya, tingkat keinginan dan hasrat binatang juga terbatas ruang lingkupnya. Pertama, segenap hasratnya bersifat material, dan tidak lebih dari makan, minum, tidur, bermain, kawin, dan membuat sarang. Binatang tidak memiliki kebutuhan spiritual, nilai moral dan sebagainya. Kedua, segenap keinginannya bersifat pribadi dan individualistis, berkaitan dengan binatang itu sendiri, atau paling banter berkaitan dengan pasangan dan anak-anaknya. Ketiga, binatang bersifat regional, yaitu berkaitan dengan lingkungan hidupnya saja. Keempat, binatang bersifat seketika itu, yaitu berkaitan dengan masa sekarang.
Dengan kata lain, dimensi keinginan dan kecenderungan dalam eksistensi binatang ada batasnya, begitu pula dimensi eksistensi pengetahuannya. Dari sudut pandang ini juga, binatang harus hidup dalam batas tertentu. Jika binatang mengejar sasaran yang berada di luar batas ini dan misalnya, yang berkenaan dengan spesiesnya pada umumnya dan bukan dengan satu individu atau berkenaan dengan masa depan dan bukan dengan masa kini, sebagaimana terlihat terjadi pada binatang tertentu yang hidup berkelompok seperti lebah, itu terjadi secara tak sadar, secara naluri, dan karena aturan langsung dari kekuatan yang telah menciptakannya dan yang mengatur seluruh alam.
Pengetahuan dan Keinginan Manusia
Wewenang manusia di bidang pengetahuannya, informasi dan pandangannya, dan di bidang keinginan dan kecenderungannya, sangat luas dan tinggi. Pengetahuannya berangkat dari sisi eksternal sesuatu menuju sisi realitas internal sesuatu itu, saling hubungan yang terjadi di dalam sesuatu itu, dan menuju hukum yang mengatur sesuatu itu. Pengetahuan manusia tidak terbatas pada ruang atau waktu tertentu. Pengetahuan manusia mengatasi batas-batas seperti itu. Di satu pihak, manusia mengetahui peristiwa yang terjadi sebelum dia lahir, dan di lain pihak manusia bahkan mengetahui planet-planet selain bumi dan bintang-gemintang. Manusia mengetahui masa lalu maupun masa depannya. Dia mengetahui sejarahnya sendiri dan sejarah dunia, yaitu sejarah bumi, langit, gunung, sungai, tumbuhan dan organisme hidup. Yang menjadi pemikiran manusia bukan saja masa depan yang jauh, namun juga hal-hal yang tak terhingga dan abadi. Sebagian dari hal-hal ini diketahui oleh manusia. Manusia bukan sekadar mengetahui keanekaragaman dan kekhasan. Dengan maksud menguasai alam, manusia mencari tahu tentang hukum alam semesta dan kebenaran umum yang berlaku di dunia.
Dari sudut pandang ambisi dan aspirasinya, kedudukan manusia luar biasa, karena dia adalah makhluk yang idealistis, tinggi cita-cita dan pemikirannya. Sasaran yang juga ingin dicapainya adalah sasaran yang sifatnya non-material dan tidak mendatangkan keuntungan material. Sasaran seperti ini adalah sasaran yang menjadi kepentingan ras manusia seluruhnya, dan tidak terbatas pada dirinya dan keluarganya saja, atau tidak terbatas pada wilayah tertentu atau waktu tertentu saja.
Manusia begitu idealistis, sampai-sampai dia sering lebih menomorsatukan akidah dan ideologinya dan menomorduakan nilai lain. Dia bahkan menganggap melayani orang lain lebih penting daripada mewujudkan kesejahteraannya sendiri. Dan manusia memandang duri yang menusuk kaki orang lain seperti seakan menusuk kakinya sendiri atau bahkan matanya sendiri. Dia merasa bersimpati kepada orang lain dan mau berbagi suka dan duka. Manusia begitu penuh dedikasi kepada akidah dan ideologi sucinya, sampai-sampai dia mudah mengorbankan hidupnya demi akidah dan ideologi sucinya itu. Segi manusiawi dari budaya manusia yang dianggap sebagai roh sejati budaya tersebut merupakan hasil dari perasaan dan keinginan seperti itu.

Dasar dari Karakter Manusia

Berkat upaya kolektif manusia selama berabad-abad, manusia memiliki pengetahuan dan pemahaman yang luas tentang dunia. Informasi yang didapat kemudian dihimpun dan dikembangkan. Setelah mengalami proses dan sistematisasi, informasi ini kemudian menjadi dikenal sebagai "ilmu" dalam artinya yang lebih luas, yaitu jumlah seluruh gagasan manusia tentang kosmos (alam semesta). Di dalamnya tercakup juga filsafat, sebuah produk dari upaya kolektif manusia yang diberi bentuk logika yang khusus.
Kecenderungan spiritual dan tingginya kesadaran manusia ada karena manusia mempercayai realitas-realitas tertentu dunia ini, dan karena dedikasinya kepada realitas-realitas tersebut. Realitas-realitas ini sifatnya bukan individualistis dan juga bukan material. Sifatnya komprehensif dan umum, di dalamnya tak ada soal keuntungan ekonomi, dan pada gilirannya merupakan hasil dari pengetahuan dan pemahaman tertentu mengenai dunia yang disampaikan kepada manusia oleh para nabi, atau dilahirkan oleh pemikiran idealistis sebagian filosof.
Bagaimanapun juga, kecenderungan spiritual dan suprahewani lebih tinggi yang ada pada diri manusia, jika dasarnya adalah infrastruktur doktrinal dan intelektual, memakai nama agama. Karena itu, kesimpulannya adalah bahwa yang membedakan secara mendasar antara manusia dan makhluk hidup lainnya adalah pengetahuan dan agama, dan bahwa pengetahuan dan agama merupakan dasar dari ras manusia, dan ras manusia ini bergantung pada pengetahuan dan agama.
Sudah banyak dibahas tentang perbedaan antara manusia dan spesies binatang lainnya. Sebagian berpandangan bahwa antara manusia dan spesies binatang lainnya itu tak ada perbedaan yang mendasar. Mereka mengatakan bahwa perbedaan pengetahuan merupakan perbedaan kuantitas, atau paling banter perbedaan kualitas, namun bukan perbedaan hakikat. Mereka memandang tidak begitu penting prestasi-prestasi manusia yang luas dan luar biasa di bidang pengetahuan, padahal prestasi-prestasi ini menarik perhatian filosof-filosof besar Timur dan Barat.
Kelompok sarjana ini mengatakan bahwa dari sudut pandang keinginan dan hasratnya, manusia tak lebih daripada binatang.[1] Sebagian yang lain percaya bahwa perbedaaan utamanya adalah perbedaan kehidupan. Manusia adalah satu-satunya binatang yang sepenuhnya hidup. Binatang yang lain tak memiliki perasaan, dan tak tahu suka dan duka. Binatang yang lain ini hanyalah mesin-mesin yang setengah hidup. Karena itu, definisi yang sebenarnya mengenai manusia adalah bahwa manusia adalah makhluk hidup.[2] Pemikir-pemikir lain tidak mempercayai itu, dan berpendapat bahwa antara manusia dan makhluk hidup lainnya itu ada per¬bedaan yang mendasar. Kelihatannya fokus masing-masing kelompok sarjana ini adalah satu karakteristik manusia. Itulah sebabnya manusia lalu didefinisikan dengan begitu banyak cara yang berlainan. Manusia digambarkan sebagai binatang yang rasional, makhluk yang benar-benar berupaya mendapatkan apa yang dikehendakinya, makhluk yang tak ada ujungnya, makhluk yang idealis, makhluk yang mencari nilai-nilai, binatang metafisis, makhluk yang tak pernah terpuaskan, makhluk yang tak ada batasannya, makhluk yang bertanggung jawab, makhluk yang berpandangan ke depan, agen (faktor atau instrumen) yang bebas, makhluk yang memberontak, makhluk yang suka ketertiban sosial, makhluk yang suka keindahan, makhluk yang suka keadilan, makhluk berwajah ganda, makhluk yang romantis, makhluk yang intuitif, makhluk yang mempercayai standar ganda, makhluk yang dapat mencipta, makhluk yang kesepian, makhluk yang memiliki perhatian kepada publik, makhluk yang fundamentalis, teoretis, dan dapat membuat peralatan, makhluk supranaturalis, imajinatif, spiritualis, transendentalis, dan sebagainya.
Tak pelak lagi, masing-masing keterangan ini benar, dilihat dari kualitas-kualitas esensialnya masing-masing. Akan tetapi, jika kita mau mendapatkan ungkapan yang mencakup semua perbedaan mendasarnya, maka harus kita katakan bahwa manusia adalah binatang yang berpengetahuan dan beragama.
Apakah Sisi Manusiawi Manusia Itu Suprastruktur
Kita tahu bahwa manusia adalah sebangsa binatang. Manusia memiliki banyak kesamaan dengan binatang lainnya. Namun manusia juga memiliki banyak karakteristik khas. Karena memiliki banyak kesamaan dan perbedaan dengan binatang lainnya, manusia memiliki kehidupan ganda: Kehidupan binatang dan kehidupan manusia, kehidupan material dan kehidupan budaya. Di sini timbul pertanyaan: Apa hubungan antara segi manusiawi manusia dan segi hewaninya, kehidupan manusiawinya dan kehidupan hewaninya? Apakah nilai penting satu segi adalah esensial, sedangkan segi lainnya nilai penungnya sekunder? Apakah satu segi menjadi dasarnya, sedangkan segi lainnya hanyalah refleksi dari segi yang menjadi dasar tersebut? Apakah satu segi menjadi infrastrukturnya, sedangkan segi lainnya suprastrukturnya? Apakah kehidupan material merupakan infrastrukturnya, sedangkan ke¬hidupan budaya merupakan suprastrukturnya? Apakah segi hewani manusia merupakan infrastrukturnya, sedangkan kehidupan budayanya merupakan suprastrukturnya? Apakah segi hewani manusia itu infrastrukturnya, sedangkan segi manusiawinya itu suprastrukturnya?
Dewasa ini, pertanyaan ini diajukan dari sudut pandang sosiologis dan psikologis. Itulah sebabnya pembahasannya berkisar di seputar pertanyaan apakah di antara karakteristik-karakteristik sosial manusia, kecenderungan-kecenderungan ekonominya yang berkaitan dengan produksi dan hubungan produksi lebih penting daripada karakteristik-karakteristik lain manusia, khususnya yang mencerminkan segi manusiawi manusia, dan apakah karakteristik dan kecenderungan lain manusia hanyalah suprastruktur dari karakter ekonominya? Pertanyaan lain yang juga berkaitan adalah apakah betul ilmu, filsafat, sastra, agama, hukum, etika, dan seni pada setiap zaman hanyalah merupakan perwujudan dari hubungan ekonomi pada zaman itu dan tak memiliki nilai intrinsiknya sendiri?
Sekalipun pertanyaan ini diajukan dari sudut pandang sosiologis, namun tak pelak lagi pembahasannya membawa hasil psikologis dan pembahasan filosofis tentang karakter manusia, yang dalam istilah modern dikenal dengan sebutan "humanisme". Pada umumnya kesimpulannya adalah bahwa sisi manusiawi manusia tidak penting. Yang penting adalah sisi hewani manusia saja. Dengan kata lain, yang didukung adalah pandangan orang-orang yang menyangkal adanya perbedaan mendasar antara manusia dan binatang.
Teori ini bukan saja menolak pentingnya kecenderungan manusia kepada realisme, kebajikan, keindahan, dan kepercayaan kepada Allah, namun juga menolak pentingnya pendekatan rasional manusia terhadap dunia dan kebenaran. Dapat ditunjukkan bahwa tidak ada pendekatan yang netral. Tak pelak lagi, setiap pendekatan menunjukkan pandangan material tertentu. Mengherankan bila sebagian mazhab yang mendukung teori yang menyebutkan bahwa manusia pada dasarnya adalah binatang, secara serempak mereka berbicara tentang sisi manusiawi dan humanisme juga.

Fakta bahwa perjalanan evolusioner manusia berawal dari sisi hewani manusia dan bergerak menuju sisi manusiawinya, sebuah tujuan yang sangat mulia. Prinsip ini berlaku untuk individu maupun masyarakat. Pada permulaan eksistensinya, manusia tak lebih daripada organisme material. Berkat gerakan evolusioner yang mendasar, manusia berubah menjadi substansi spiritual. Roh (spirit) manusia lahir dalam alam tubuh manusia, dan kemudian menjadi mandiri. Sisi hewani manusia merupakan sarang tempat sisi manusiawi manusia berkembang dan matang. Karakteristik evolusi adalah semakin berkembangnya suatu makhluk, semakin mandiri dan efektiflah dia, dan dia pun akan semakin mempengaruhi lingkungannya. Ketika sisi manusiawi manusia berkembang, sebenarnya sisi ini tengah menuju kemandirian dan mengendalikan aspek-aspek lainnya. Hal ini terjadi pada individu maupun masyarakat. Individu yang sudah mengalami pengembangan me-ngendalikan lingkungan batiniah maupun lahiriahnya. Arti dari perkembangannya adalah bahwa dia telah merdeka dari dominasi lingkungan batiniah maupun lahiriah, dan memiliki dedikasi kepada akidah dan agama.
Terjadinya evolusi masyarakat persis seperti terjadinya evolusi roh dalam alam tubuh, dan evolusi sisi manusiawi individu dalam alam sisi hewani individunya tersebut. Perkembangan masyarakat terutama berawal dari dampak sistem ekonomi masyarakat yang bersangkutan. Aspek budaya dan spiritual masyarakat sinonim dengan jiwa masyarakat bersangkutan. Karena tubuh dan jiwa saling mempengaruhi satu sama lain, maka antara sistem spiritual dan material juga terjadi saling hubungan yang sama. Kalau evolusi individu berarti individu tersebut berjalan menuju kemerdekaan, kemandirian dan supremasi jiwa yang semakin besar, maka evolusi masyarakat juga berarti seperti itu pula. Dengan kata lain, kalau suatu masyarakat semakin berkembang, maka kehidupan budayanya semakin tak bergantung pada kehidupan materialnya. Manusia masa depan merupakan manusia budaya dan manusia agama, akidah dan ideologi, bukan manusia ekonomi, manusia yang mengejar kenikmatan jasmani.
Tentu saja, semua ini bukan berarti bahwa masyarakat manusia secara tak terelakkan menapaki garis lurus menuju kesempurnaan nilai-nilai manusiawi, juga bukan berarti bahwa pada setiap tahap waktu selangkah lebih maju ketimbang tahap waktu sebelumnya. Boleh jadi manusia melewati tahap kehidupan sosial, di mana meski terjadi kemajuan teknik dan teknologi namun manusia mengalami kemunduran dari sisi spiritual dan moral, sebagaimana diklaim dialami oleh manusia pada zaman kita.
Sesungguhnya, dari sudut pandang material dan spiritual, manusia pada umumnya tengah berjalan ke depan. Akan tetapi, gerakan spiritualnya tidak selalu di garis yang lurus. Gerakan tersebut terkadang berhenti, terkadang balik ke belakang, dan terkadang menyimpang ke kanan dan ke kiri. Namun, pada umumnya merupakan suatu gerakan evolusioner ke depan. Itulah sebabnya kami katakan bahwa manusia masa depan merupakan manusia budaya, bukan manusia ekonomi, dan manusia masa depan merupakan manusia agama, akidah dan ideologi, dan bukan manusia yang mengejar kenikmatan jasmani.
Menurut teori ini, aspek-aspek manusiawi pada diri manusia —karena aspek-aspek tersebut fundamental— berkembang mengikuti berkembangnya alat-alat produksi dan bahkan berkembang sebelum berkembangnya alat-alat produksi. Menyusul perkembangannya, aspek-aspek manusiawi manusia berangsur-angsur mengurangi ketergantungan manusia kepada lingkungan natural dan sosialnya, dan mengurangi kesetujuannya kepada kondisi lingkungan. Maka kemerdekaan yang didapat membuat manusia semakin kuat dedikasinya kepada agama dan ideologi, dan meningkatkan kapasitasnya mempengaruhi lingkungan natural dan sosialnya. Kelak, setelah memperoleh kemerdekaan seutuhnya, manusia kemudian menjadi semakin kuat dedikasinya kepada agama dan ideologi.
Di masa lampau, manusia kurang mendapat manfaat dari pemberian alam dan belum mampu memanfaatkan sepenuhnya kemampuan-kemampuannya sendiri. Dia menjadi tawanan alam dan tawanan sisi hewaninya sendiri. Namun di masa depan manusia lebih mampu memanfaatkan pemberian alam dan kemampuan-kemampuan yang menjadi sifat manusia itu sendiri. Maka, untuk sebagian besar, manusia akan terbebaskan dari tawanan alam dan tawanan kecenderungan hewaninya sendiri, dan pengendaliannya atas alam dan dirinya pun semakin besar.
Menurut pandangan ini, meskipun realitas manusia muncul bersama dengan alam evolusi material dan hewaninya, namun realitas ini sama sekali bukan merupakan cermin dari—dan tunduk kepada—perkembangan materialnya. Itu adalah sebuah realitas yang independen dan progresif. Sekalipun dipengaruhi oleh aspek material, namun realitas ini mempengaruhinya juga. Yang menentukan tujuan akhir manusia adalah evolusi budayanya dan realitas manusiawinya, bukan evolusi alat-alat produksi. Adalah realitas manusiawi yang dalam evolusinya menyebabkan alat-alat produksi berkembang bersama berkembangnya urusan lain manusia. Tidak betul bila perkembangan alat-alat produksi terjadi secara otomatis, dan bila sisi manusiawi manusia mengalami perubahan akibat berubahnya alat-alat yang mengatur sistem produksi.


________________________________________
[1] Itulah yang dikatakan oleh Filosof Inggris, Thomas Hobbs.
[2] Teori Descartes yang terkenal.

25 Februari, 2009


9 trik agar tetap setia

Tak mudah memang setia terhadap pasangan. Banyak yang harus dilakukan agar Anda berdua bisa tetap bahagia menjalani hubungan dengan dasar kesetiaan. Apa saja?

1. TANPA PAMRIH

Hal yang perlu Anda sadari dalam mencintai pasangan adalah “memberi dengan tulus.” Cinta adalah ketulusan hati. Untuk itu, tidak selayaknya menyelipkan pamrih demi keuntungan atau kesenangan sendiri. Misalnya, jangan berharap dengan mencintai pasangan, Anda lantas senantiasa harus diperhatikan. Atau, dengan mencintai pasangan, Anda berharap pasangan tidak berbuat kesalahan. Semua itu hanya akan menyakitkan diri Anda.

Ingat, mencintai berarti Anda “hanya” memberi, jadi jangan mengharapkan kembalian. Imbal balik dari pasangan akan datang dengan sendirinya bila Anda tulus mencintainya. Tidak perlu Anda berharap-harap, bukan? Dari rasa tanpa pamrih inilah, Anda akan mampu menjaga hati untuk tetap setia pada cinta Anda. Dari sinilah, Anda akan sanggup membahagiakan pasangan.

2. JANGAN BANYAK MENUNTUT

Jangan cemari hati dan cinta dengan begitu banyak tuntutan. Bahkan, sebaliknya, Anda harus belajar untuk selalu memberi yang terbaik kepada orang lain, termasuk kepada pasangan, melalui cinta Anda. Hanya dengan cinta yang benar, semua itu dapat Anda wujudkan. Sikap seperti ini akan membuat Anda tetap setia kepada cinta Anda, yang tentu berbuah positif dalam hubungan dengan pasangan.

Terlalu banyak menuntut hanya akan berujung pada kepentingan pribadi, sehingga tidak akan mampu menambahkan kedewasaan hubungan. Bahkan, sangat mungkin malah menghancurkan jalinan kasih Anda. Bukankah bila hal ini terjadi, kesetiaan Anda pun akan luntur? Jadi, jangan banyak “menuntut” agar Anda tetap selalu setia kepada cinta dan hubungan Anda berdua.

3. JANGAN TAKUT DIKECEWAKAN

Mungkin ini sangat sulit Anda lakukan. Biasanya, setiap orang selalu menghindari rasa kecewa, dan selalu ingin senang terus. Tidak ada ruang dalam hatinya untuk rasa kecewa atau duka cita. Padahal, kehidupan memiliki banyak sisi yang harus dihayati.

Untuk itu, agar Anda tetap setia kepada cinta Anda, jangan takut dikecewakan! Tidak selamanya pertumbuhan pribadi berasal dari kesuksesan atau kebahagiaan. Adakalanya, Anda harus merasakan kekecewaan akibat hubungan dengan orang lain, termasuk pasangan Anda. Sangat mungkin ada salah paham, cekcok, atau pertengkaran kecil yang tentu akan membuat hati Anda terluka. Namun, jangan takut. Anda dapat mendewasakan diri dari “luka-luka kecil” seperti ini.

Bila Anda sudah mampu menghadapi situasi sulit ini, Anda tetap akan setia terhadap cinta Anda. Cintalah yang akan menghibur Anda dari goresan luka. Cintalah yang akan menyemangati hidup Anda untuk bangkit dari kekecewaan. Jadi, jangan buramkan cinta bila Anda sedang kecewa. Kesetiaan terhadap cinta inilah yang akan terus menguatkan hubungan kasih Anda dengan pasangan.

4. JADILAH PENGHIBUR YANG BAIK

Tempatnya cinta adalah hati. Bila hati sedang terluka, seseorang memerlukan penghiburan. Begitu pula bila hati pasangan Anda sedang berduka, hiburlah dia. Cinta Andalah yang akan menggerakkan diri Anda untuk memberi penghiburan dan penguatan bagi pasangan.

Semua itu dapat Anda lakukan bila Anda memiliki cinta yang bermahkotakan kesetiaan. Anda tidak akan pernah dapat menjadi penghibur yang baik bila cinta Anda tidak Anda bekali untuk “setia di saat duka sedang berkuasa.” Jadi, belajarlah menjadi penghibur yang baik bagi pasangan. Mulailah dari mencintai diri dengan benar dan selalu setialah terhadap cinta Anda. Yakinlah, hubungan kasih bersama pasangan akan semakin mesra dengan suasana penuh penghiburan ini.

5. PAHAMI SEPENUH HATI

Manusia tidak selalu berada dalam situasi yang mudah. Seringkali, pasangan berada dalam situasi sulit dan mungkin Anda pun kesulitan untuk memahaminya. Mungkin ia sedang frustrasi, putus asa, atau gagal. Nah, Anda harus bisa memahami hati pasangan yang sedang terpuruk ini. Pahami dia dengan sepenuh hati, jangan malah terpancing memperburuk suasana batinnya. Misalnya Anda mengomeli kenapa dia bisa gagal, atau menyalahkannya.

Hindari sikap seperti ini. Hanya dengan tetap setia kepada cinta Anda, Anda akan mampu menerima dan memahami suasana hati pasangan. Dengan kesetiaan pula, Anda menginspirasi pasangan untuk sesegera mungkin bangkit dari frustrasinya. Semua itu hanya dapat Anda lakukan dengan cinta, bukan? Jangan sedetik pun meninggalkan cinta Anda dan tetap setialah di dalamnya. Dengan begitu, pasangan akan lebih mencintai Anda karena Andalah yang bisa menjadi penyejuk di saat suasana buruk terjadi.

6. SYUKURI APA YANG TERJADI

Jangan mengeluh dan mengumpat bila Anda sedang gagal, berduka, ataupun kecewa. Ucapkan syukur atas karunia hari-hari Anda yang penuh warna pengalaman hidup. Ucapkan syukur karena semua peristiwa membawa Anda bertumbuh dalam kedewasaan.

Dengan sikap ini, Anda akan dapat tetap setia dalam cinta Anda. Kekalutan hidup tidak akan membuat jiwa Anda kerdil. Bahkan sebaliknya, Anda akan semakin tangguh menghadapi apa pun yang terjadi. Jadi, tetap setialah kepada cinta Anda dengan mensyukuri semua pengalaman hidup Anda. Dari sinilah hubungan kasih dengan pasangan akan semakin kokoh.

7. MANDIRI DALAM PIKIR DAN TINDAKAN

Kemandirian bukan berarti harus memikirkan diri sendiri tanpa memerhatikan orang lain, terutama pasangan hidup. Kemandirian dalam berpikir dan bertindak berarti mengedepankan rasa percaya diri dalam menghadapi setiap peristiwa yang terjadi. Dengan demikian, tak perlu menunggu pasangan bertindak ketika Anda harus menentukan sikap terhadap suatu momen penting.

Kemandirian akan membuat Anda dapat tetap setia terhadap pasangan dan diri Anda sendiri. Anda akan semakin yakin bahwa cinta Anda membawa kekuatan diri yang berujung pada sikap positif dalam memandang cinta dan jalinan kasih Anda. Untuk itu, berusahalah untuk mandiri dalam pikir dan tindakan, agar kesetiaan terhadap cinta terus pula berkembang. Hubungan kasih pun akan semakin kuat dan mandiri.

8. TEGUH DALAM HARAPAN

Cinta tanpa pengharapan tentu akan sia-sia. Hidup tak akan pernah bergerak ke depan tanpa pengharapan. Seakan tidak memiliki fokus ke arah yang lebih baik lagi. Anda juga tidak akan dapat menambahkan sedikit demi sedikit makna cinta dalam hidup Anda. Untuk itu, milikilah harapan dan berusahalah untuk selalu untuk mewujudkannya.

Dengan demikian, Anda akan tetap setia kepada cinta Anda; karena harapan Andalah yang mendorongnya. Tanpa setia dalam cinta, Anda tidak akan bergairah dalam mewujudkan harapan-harapan Anda, terutama harapan agar hidup penuh kasih dan sayang dengan pasangan. Jadi, selalu perteguh harapan akan hidup lebih baik dalam cinta dan kehidupan Anda berdua.

9. PADUKAN KATA DAN PERBUATAN

Cinta sebaiknya tak hanya disimpan di bibir semata. Juga, jangan hanya diungkapkan dengan untaian kata yang indah. Padukan kata dan perbuatan, sehingga makna cinta Anda dapat Anda rasakan bersama pasangan. Paduan ini akan menjadi bukti bahwa Anda tetap setia terhadap cinta Anda. Kesetiaan ini membuat hubungan kasih bersama pasangan selalu berada dalam kejujuran dan kepercayaan.

Ini karena Anda selalu setia dan konsisten terhadap ucapan dan perbuatan Anda. Dengan demikian, Anda berdua akan benar-benar menikmati kesetiaan dengan sepenuh hati. Tidak ada kekhawatiran akan terjadi kebohongan.



Semua sudah ada saatnya.....
Semua yang indah datang pada waktunya......

ALLAH tak akan pernah terlambat.....
Juga tak akan lebih cepat......
ALLAH TAHU
Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Untuk Tetap Bertahan
Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
ALLAH tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
ALLAH sudah menghitung airmatamu.
Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa
berlalu begitu saja dengan sia sia.....
ALLAH sedang menunggu bersama denganmu.
Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk
menelepon.
ALLAH selalu berada disampingmu.
Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu
hendak berbuat apa lagi...
ALLAH punya jawabannya.
Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
ALLAH dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
ALLAH sedang berbisik kepadamu.
Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur…..
ALLAH telah memberkatimu.
Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi kekaguman.... .
ALLAH telah tersenyum padamu.
Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digapai....
ALLAH sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.
Ingat bahwa dimanapun kau berada atau kemanapun kau menghadap... ALLAH tahu
Jika kau sangat merasa diberkati dengan artikel ini, sampaikanlah kepada
teman teman yang kau kasihi !

23 Februari, 2009

Cinta


cinta itu memerlukan orang yang cocok
cinta itu memerlukan waktu yang tepat
cinta itu memerlukan tempat yang sesuai

salah satu dari itu tak ada maka bukan menjadi cinta yang abadi..
yang ada hanya napsu sesaat ataukah hal yang terpaksa

cinta..
tunjukkan padaku cara mencintai dengan benar

cinta..
tunjukkan padaku orang yang bisa aku cintai dengan sesuai

cinta..
tunjukkan padaku tempat yang sesuai untuk mencari cinta sejatiku

cinta..
tunjukkan kapankah aku bisa mencintainya dengan sepenuh hatiku

cinta..
apakah dia memerlukan toleransi

cinta..
apakah dia memerlukan keseimbangan

cinta..
apakah dia memerlukan kasih sayang

cinta..
apakah dia memerlukan harapan

cinta..
apakah dia memerlukan perasaan membutuhkan??

cinta..
apakah dan bagaimanakah kamu akan bertahan dan ada dalam hidupku?


Anandaku

Kontributor : Al-akh Hanif



Anandaku, mutiara hatiku…
Perjalanan jauh masih membentang di hadapanmu
Bangkitlah, hentikan segera tangismu
Hapuslah derai air matamu
Jangan hiraukan letih lemah jiwamu
Kembalilah melangkah, songsong masa depanmu

Biru langit masih menghias cakrawala
Bias pelangi memanggilmu di ufuk sana
Bangkitlah, ambil bekalmu pemandu sukma dari Kitabullaah dan Sunnah yang mulia
Bentengi dirimu dengan ilmu, iman dan taqwa
Terbanglah, Nak…
Kepakkan sayapmu sekuat daya
Ukirlah asamu diketinggian mega
Lukislah citamu dengan sejuta warna
Gapailah mentari dan rembulan!
Raihlah seribu bintang cemerlang!

Anandaku,mutiara hatiku…
Dengan segenap haru biru jiwaku
Kulepas engkau 'tuk menyusuri jalanan ilmu
Teriring seribu harapan dalam dadaku
Hati-hati, Nak… jaga dirimu s'lalu
Di sini, di antara heningnya munajatku
Kan s'lalu kucebiskan do'a untukmu
S'moga kelak Allaah menghimpun kau dan aku
Di dalam Al-Firdaus di bawah 'arsy Rabbmu

(Dikutip dari buku 'Jawaban tepat anak hebat' HAS, dengan sedikit diedit.

Kuberjanji

Suatu hari, kan kubiarkan kau pergi..
Agar duri-duri dari senyumku tak menancap di kulitmu lagi
Agar kau bisa berlari, menari

Suatu hari, kan kubiarkan kau pergi..
Karna cintaku ini belati
Menyayat, melukai

Kau datang membawa hati
Berharap kulukis 7 warna pelangi
Berharap kuberi sayap-sayap bidadari

Suatu hari, kan kubiarkan kau pergi..
Agar kau tak terbuai lagi
Agar kau bangun dari mimpi

Dan kuberjanji suatu hari,

kan kubiarkan kau benar-benar pergi..
Jika aku telah sanggup berdiri

KEHIDUPAN


kegembiraan bukan sesuatu yang dapat dikejar,tapi kegembiraan adalah buah dari sesuatu.
dan kebahagiaan tidak menuntut persyaratan dari luar diri kita. karena kita sesungguhnya sudah memiliki semua yang diperlukan untuk bahagia.

dengan menghayati diri sendiri,menghayati saat sekarang, bukan kemarin dan yg akan datang, serta menghayati tempat dimana kita berada..
sebenarnya kita sedang menghilangkan,penghalang2 dalam menghayati hidup kita sendiri.

hidup adalah kini,disini,sebagai diri sendiri.
masa lalu hanyalah kenangan,
sedang masa depan hanyalah sebatas keinginan akan kehidupan...

bebaskan diri dari belenggu masa lalu,
rasa kuatir akan masa depan,
ambisi,kelekatan dan tirani pikiran,
maka
kita akan menikmati hidup
yang sarat dengan
kepenuhan
dan
kebebasan..

hidup ini,akan selalu bermakna dan tak sia2,
bila kita mempunyai seseorang yang kita cintai,
dan mempunyai sesuatu yang kita perjuangkan..
someone to love..
someone to do..

hidup adalah anugerah Tuhan yang sangat berharga,
didalamnya terdapat bahagia,mutiara2 indah sukacita,damai sejahtera,kasih..
yang semua berkembang dengan subur,
dalam lahan yang bernama
kemerdekaan dan keheningan..

semua adalah satu,
seperti prisma yang memancarkan bermacam2 warna..
tetapi
tetap satu bentuk..
berasal dari
TUHAN.

Cinta adalah misteri paling agung,
hampir seperti ALLAH sendiri.
cinta itu mencipta,karena dengan melihat kebaikan dlm diri orang lain,
maka ia menjadi baik.

Wanita


Wanita Acuan Al-Quran Ialah Seorang wanita Yang Beriman
Yang Hatinya Disaluti Rasa Taqwa Kepada Allah SWT
Yang Sentiasa Haus Dengan Ilmu
Yang Sentiasa Dahaga Dengan Pahala
Yang Solatnya Adalah Maruah Dirinya
Yang Tidak Pernah Takut Berkata Benar
Yang Tidak Pernah Gentar Untuk Melawan nafsu


Wanita Acuan Al-Quran Ialah wanita Yang Menjaga Tuturkatanya
Yang Tidak Bermegah Dengan Ilmu Yang Dimilikinya
Yang Tidak Bermegah Dengan Harta Dunia Yang Dicarinya
Yang Sentiasa Berbuat Kebaikan Kerana Sifatnya Yang Pelindung
Yang Mempunyai Ramai Kawan Dan Tidak Mempunyai Musuh Yang
Bersifat Jembalang

Wanita Acuan Al-Quran Ialah wanita Yang Menghormati Ibubapanya
Yang Sentiasa Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Keluarga
Yang Bakal Memelihara Keharmonian Rumahtangga
Yang Akan Mendidik Anak-Anak Dan membantu suami Mendalami Agama Islam
Yang auratnya dikhaskan buat suami tercinta
Yang Mengamalkan Hidup Penuh Kesederhanaan
Kerana Dunia Baginya Adalah Rumah Sementara Menunggu Akhirat

Wanita Acuan Al-Quran Sentiasa Bersedia Untuk Agamanya
Yang Hidup Di Bawah Naungan Al-Quran Dan Mencontohi Sifat Rasulullah SAW
serta wanita sufi yg digariskan dalam kalamullah
Yang Boleh Diajak Berbincang Dan berbicara
Yang Sujudnya Penuh Kesyukuran Dengan Rahmat Allah Ke Atasnya

Wanita Acuan Al-Quran Tidak Pernah Membazirkan Masa
Matanya Kepenatan Kerana Kuat Membaca
Yang Suaranya Lesu Kerana Penat Mengaji Dan Berzikir
Yang Tidurnya Lena Dengan Cahaya Keimanan
Bangun Subuhnya Penuh Dengan Kecerdasan
Kerana Sehari Lagi Usianya Bertambah Penuh Kematangan

Wanita Acuan Al-Quran Sentiasa Mengingati Mati
Yang baginya Hidup Di Dunia Adalah Ladang Akhirat
Yang Mana Buah Kehidupan Itu Perlu Dibajai Dan Dijaga
Meneruskan Perjuangan Islam Sebelum Hari Kemudian bersama lelaki

Wanita Acuan Al-Quran Ialah wanita Yang Tidak Mudah Terpesona
Dengan Buaian Dunia
Kerana Dia Mengimpikan Syurga
Di Situlah Rumah Impiannya
Bersama lelaki Acuan Al-Quran ganjaran ALLAH SWT

PEREMPUAN



dari seorang temen...









Jika dikatakan cantik dikira menggoda,
Jika dibilang jelek di sangka menghina.
Bila dibilang lemah dia protes,

Bila dibilang perkasa dia nangis.
Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak
(sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)
Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis/kereta malah cemberut
(sambil ngomel,Egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)
Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya,

Tapi kenapa ya ..... lebih bangga jadi wanita karir, padahal ibunya adalah ibu rumah tangga

Bila kesalahannya diingatkankan, mukanya merah..
Bila di ajari mukanya merah,

Bila di sanjung mukanya merah,
jika marah mukanya merah, kok sama semua? bingung !!
Di tanya ya atau tidak, jawabnya diam;

Ditanya tidak atau ya, jawabnya diam;

Ditanya ya atau ya, jawabnya: diam,
Ditanya tidak atau tidak, jawabnya ; diam,
ketika didiamkan malah marah
(repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).
Di bilang ceriwis marah,

Dibilang berisik ngambek,

Dibilang banyak mulut tersinggung,

Tapi kalau dibilang S u p e l
Wadow seneng banget..padahal sama saja maksudnya.
Dibilang gemuk engga senang Padahal maksud kita sehat gitu lho
Dibilang kurus malah senang
Padahal maksud kita "kenapa loe jadi begini !!!"
Itulah PEREMPUAN makin kita (cowok) bingung makin senang DIA !

SURAT DARI SETAN UNTUK MU



(Surat Dari Iblis)

( Surat ini akan membuat anda benar-benar berfikir)




(Sebenarnya surat ini hampir membuatku gila saat aku membacanya, tapi
aku harus forwardnya kerna catatan kecil dibawahnya)

************ ********* ********* **********
SURAT DARI SETAN UNTUK MU

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktiviti harianmu.

Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu

Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu

Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya

Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.
Hai Bodoh, Kamu millikku.
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,
dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.
Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah. Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya
Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,
dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH
Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani Kita nonton film 'porno' bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya , bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua , Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.
TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.
Ayuhlah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.
Ini hanya merupakansurat penghargaanku untuk mu.
Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' kerana sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu. Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.. Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.
Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.
Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.

Begitulah anak-anak .

Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang.

Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.

Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.

Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.

Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.

kau harus menjadi orng tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Catatan : Jika kau benar2 menyayangiku , kau tak akan memberi surat ini dengan siapapun!!!!

30 Januari, 2009

Kata mutiara


Disaat kita menjalani kehidupan di dunia ini, ternyata yang terpenting adalah bagaimana kita membawa diri kita diantara sekumpulan manusia yang berbeda watak dan karakternya, karena watak adalah ciptaan Illahi yang sangat unik yang berbeda antara seseorang dangan yang lainnya.

Disaat badai datang menerjang dirimu, cobalah untuk dapat diam dan selalu tenang, walau terkadang harus ikut hanyut arusnya, hanya dengan ketenanganlah yang dapat menentramkan dan menenangkan segala sesuatu yang sedang bergejolak & berkobar.

Masa lalu yang telah terjadi disetiap kehidupan baik itu merupakan kesedihan atau kegembiraan adalah guru yang terbaik untuk kehidupannya dimasa mendatang.

Keterbukaan, kejujuran seseorang adalah langkah awal dari kenyamanan dalam mengarungi kehidupan ini yang dinamik.

Jujur yang terbaik datangnya dari seseorang yang dengan tulus serta ikhlas mengakui bahwa masih ada yang lebih baik dari kebaikan yang ada dalam dirinya.

Kebanyakan manusia selalu ingin melupakan masa lalu yang pernah dialaminya, demi menjaga dari duniawi, tapi mereka lupa karena harus menipu diri sendiri.

Dalam menjalani kehidupan ini hendaknya menanamkan sifat berani melalui berarti berani mengambil resiko apapun atas akibat perbuatannya.

11 November, 2008

Hikmah hidup



DETIK-DETIK AKHIR KEHIDUPAN

Oleh : sis zainudin/1. Masyahidul Ihtidar oleh Syaikh Abdurrahman as-Syayiâ™ dan Sultan Fahd ar-Rasyid

Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Rabbmulah kamu akan dikembalikan. (As-Sajdah:11)

Hari demi hari, bulan demi bulan, bulanpun berganti tahun. Berpuluh tahun yang lalu, waktu itu kita masih dalam rahim ibunda, kemudian terlahir menjadi bayi mungil yang menggemaskan, lalu tumbuh menjadi balita yang lucu, dilanjutkan dengan menjadi anak-anak, kemudian remaja dan jadilah seperti sekarang yaitu menjadi dewasa, menjadi orang tua anak-anaknya ataupun sudah mempunyai cucu. Karena sunnatullah, sebuah ketetapan dari Allah Subhanahu wa ta'ala seiring dengan berjalannya waktu kita manusia pasti akan berubah menjadi tua dan kemudian mati.

Begitu kira-kira gambaran sederhana tentang siklus hidup manusia di dunia. Dalam perjalanannya, kadang-kadang ada orang yang melewati hidupnya sampai ia berumur seratus tahunan lebih, 80an, 60an, atau rata-rata manusia dapat bertahan hidup. Ada pula yang hanya menikmati kehidupan hanya separuh abad. Namun tak jarang pula, yang masih muda, badan terlihat sehat dan sempurna, tidak sedikit yang sudah meregang nyawa, tentu dengan cara dan jalan yang berbeda-beda. Dan banyak pula cerita tentang bayi yang masih dalam kandungan yang belum sempat merasakan hidup di dunia, dan belum sempat merasakan hangat pelukan Ibunya, dibunuh (aborsi) oleh ibunya sendiri lantaran kehadirannya tidak dikehendaki, karena kehamilannya buah dari hubungan yang terlarang yang bisa membawa aib bagi diri dan keluarganya, na'udzubillah min dzalik.

Karena ajal memang tak pernah memilih kita sudah tua atau muda, masih panjangkah jatah waktu kita hidup ataukah sudah habis masa untuk berpijak di bumi ini. Dan kebanyakan dari manusia melupakan akan datangnya kematian, mereka lupa kalau ajal selalu mengintai di manapun mereka berada. Mereka terlupakan oleh ramainya dunia, terlena dengan manisnya syahwat, silau dengan gemerlapnya harta. Terlalu sibuk dengan keinginan-keinginan yang belum kita capai. Adalah baik ketika keinginan atau cita-cita kita adalah hal yang berorientasikan akherat, tapi kebanyakan dari kita dilenakan oleh keinginan-keinginan yang bersifat kesenangan semu belaka.

Sampai-sampai kita lupa bahwa kematian sudah sampai di pelupuk mata. Semua terperdaya oleh hingar-bingarnya dunia ini. Kebanyakan waktu hidupnya digunakan untuk sibuk kesana-kemari menggali, mengelola dan menumpuk harta. Dan saat-saat ketika sakaratul maut itu datang menghampiri barulah ia sadar betapa kehidupan di dunia amatlah singkat, dan merataplah ia dengan penyesalan yang sangat ketika menyadari bahwa umurnya telah habis untuk urusan-urusan pangkat, syahwat dan harta. Tinggallah kini menunggu kedatangan malaikat maut dan merasakan betapa tersiksa dan sakitnya saat sakaratul maut. Sakit yang tak dapat dikira karena amat terasa sakitnya.

Sebagian ulama menegaskan bahwa rasa sakit pada sakaratul maut hanya diketahui hakikatnya oleh orang yang sudah merasakannya. Orang yang belum merasakannya tentu hanya bisa mengetahuinya sekedar berdasarkan analogi dengan berbagai rasa sakit yang pernah dirasakan.

Rasa sakit pada sakaratul maut langsung menghunjam ruh itu sendiri sehingga menerobos seluruh organ-organ tubuhnya, seluruh jaringan sarafnya, seluruh urat-urat. di tubuhnya, bahkan juga seluruh persendian tubuhnya, hingga merambati akar rambut dan kulit dari atas kepala hingga ujung kaki

Jangan tanyakan rasa sakitnya. Sehingga sebagian orang mengatakan bahwa Kematian itu lebih menyakitkan daripada sabetan pedang, daripada gigitan gergaji dan sayatan gunting, karena rasa sakit akibat sabetan pedang, gigitan gergaji, dan sejenisnya hanya dirasakan karena adanya ruh atau nyawa. Bagaimana pula apabila yang dicabut adalah ruh sendiri ? Orang yang ditebas pedang masih dapat berteriak minta tolong karena masih tersisa kekuatan dalam hati dan pada lisannya. Akan tetapi orang yang menghadapi sakaratul maut sudah kehilangan suara dan teriakannya, kekuatannya sudah melemah, dan energi tubuhnya sudah musnah. Hal ini karena musibah sakaratul maut terkadang terlalu berat sehingga menguasai hati dengan rasa sakit yang dahsyat sehingga melumpuhkan seluruh anggota tubuh, mengguncang seluruh organ tubuh, dan melemahkan seluruh jengkal bagian tubuh, sehingga tidak tersisa lagi kekuatan untuk meminta pertolongan.

Bahkan, akal sekalipun telah tertutupi dan terganggu pula karena rasa sakit sakaratul maut; sementara lidah tiba-tiba menjadi bisu. Seluruh anggota tubuh menjadi lemah. Orang yang berada sakaratul maut berharap untuk dapat beristirahat sejenak melalui erangan dan teriakan atau melalui cara lain. Akan tetapi ia tidak mampu melakukannya. Kalaupun masih tersisa kekuatan, pasti saat ruh dicabut dan diangkat dari dalam tubuh akan terdengar gerengan dan suara kerongkongan dan dadanya. Namun, saat itu warna tubuhnya sudah berubah dan rasa sakit sudah menyerang seluruh tubuhnya, bagian luar maupun bagian dalamnya. Hingga akhirnya bagian hitam matanya naik sampai menyentuh kelopak mata, sementara lidah tertarik ke dalam hingga pangkalnya dan jari jemari juga menjadi kaku.

Maka, jangan ditanya lagi kondisi orang tersebut tatkala urat-uratnya seperti tercabut satu persatu. Masing-masing anggota tubuh kemudian mulai menjadi mati secara bertahap. Mulanya kedua kaki menjadi dingin, lalu kedua betisnya, kemudian kedua pahanya. Masing-masing anggota tubuh mengalami sakaratul maut dan mengalami musibah rasa sakit pada saat itu, hingga nyawa sampai di kerongkongan. Pada saat itulah pandangannya terhadap dunia dan penghuninya mulai sirna, dan pintu tobat pun sudah tertutup baginya. Dan tinggallah penyesalan dan kekecewaan yang mendalam menggelayuti dirinya.

Saudaraku tercinta, tidakkah engkau mengetahui bahwa kunjungan malaikat maut itu adalah sesuatu yang pasti ? telah ditakdirkan semenjak masa azali, panjang ataupun pendek umur kita ? Tidakkah kita menyadari bahwa kita semua hanya musafir yang akhirnya akan sampai tujuan dan meninggalkan perjalanannya ? Tidakkah kita menyadari bahwa perputaran hidup ini pasti berhenti, dan perputaran usia semakin mendekati penghujungnya ?.

Tidakkah kita menyadari bahwa setelah kunjungannya kita tidak akan mampu lagi melakukan satu kebajikan sekalipun ? kita tidak akan mampu shalat dua rokaat sekalipun ? Kita tidak akan mampu membaca al-Qur'an satu ayatpun ? Kita tidak akan mampu bertasbih, bertahmid, bertahlil, atau beristighfar satu kalipun. Kita tidak akan mampu berpuasa seharipun, atau bersedekah meski sepeserpun. Kita tidak akan mampu melakukan haji ataupun umroh lagi. Waktu beramal telah berlalu, yang tertinggal adalah hisab dan pembalasan terhadap kebajikan atau dosa-dosa.

Rasulullah solallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
"Perbanyaklah olehmu mengingat penghancur kenikmatan yaitu : mengingat kematian". HR. Tirmidzi dan Nasa'i dan Ibnu Hibban menshohihkannya.

Saudaraku...Manakah persiapan kita untuk berjumpa dengan malaikat maut ? Manakah persiapan kita untuk menghadapi hal-hal dahsyat sesudah kematian ? Dalam kubur, saat ditanya oleh dua malaikat, saat di Padang Mahsyar, saat hisab, saat dibukanya lembaran catatan amal perbuatan, saat meniti jembatan Ash-Shiroth, dan saat berdiri di hadapan Allah 'Aza wa Jalla.

Di waktu yang baik, sehabis shalat, sebelum tidur, saat mentadaburi ayat-ayat-Nya ataupun di penghujung malam ketika kita bersimpuh pasrah di hadapan-Nya, pernahkah terbayang seandainya saja kita mati dalam keadaan yang buruk, mati dalam kubangan lumpur kemaksiatan, mati dalam keadaan su'ul khatimah, sedangkan kita belum sempat untuk bertobat ? dan siapkah kita menanggung azab kubur yang mengerikan ? na'udzubillah min dzalik wallahu a'lam bisshowab.¨Ibnu Zainudin

Memory malam itu


Akhirnya kekerasan hati manusia bisa juga diruntuhkan oleh sang waktu, dan aku semakin percaya, Allah SWT juga yang mempunyai kuasa atas kehidupan manusia & makhlukNya yang lain dimuka bumi ini. Semua peristiwa apapun yang terjadi dalam kehidupanku semenjak aku berangkat dewasa, semua itu menjadi suri tauladan untukku dikemudian hari agar selalu berhati-hati dalam keadaan apapun, baik itu bersosialisasi bersama teman-teman ataupun dilingkungan sanak saudara. Tidak ada hal yang istimewa dalam diri manusia untuk dapat disombongkan kepada sesamanya, tidak ada satupun harta benda yang berharga didunia ini yang dapat mengembalikan sang waktu, segalanya ditentukan oleh pribadi & hati kita masing-masing dalam menyikapi berbagai masalah atau problema yang kita alami sepanjang hidup kita, yang pada akhirnya jangan sampai bermuara kepada rasa penyesalan yang amat sangat dalam dikemudian hari karena dampak dari keangkuhan hati mempertahankan keyakinan diri yang belum tentu benar menurut pandangan orang lain, naudzubillah.... Saat ini kita harus terus banyak belajar bagaimana menata hati, bagaimana untuk mencoba bersabar, bagaimana mengendalikan hawa nafsu serta emosi yang terkadang datangnya tidak tiba-tiba, terkadang bertambah besar dengan datangnya hembusan angin yang tidak bertanggung jawab atas akibat dari apa yang telah dilakukannya. Tetapi nampaknya Allah SWT sangat menyayangiku, DIA masih menunjukkan kuasaNYA saat itu bahwa atas segala kehendakNyalah semua peristiwa itu dapat terjadi. Entah perasaan apalagi yang masih menghantuiku saat anggota lain belum dapat tempat yang semestinya karena terganjal dengan kenyataan pahit yang sampai detik ini harus masih dirasakan, dan coba untuk menetralisir dengan mencari pembenaran diri. Sebagai seorang insan manusia yang masih dapat berpikir jernih atas peristiwa tersebut, mencoba agar segalanya dapat berakhir damai, karena pada akhirnya bermuara pada satu pangkal, bahwa kita ini saudara sekandung. Tak ada gunanya segalanya harus berakhir dengan niatan yang tidak baik dimata Allah SWT dan para malaikatNya,ataupun mencari pembenaran diri, mencoba menghakimi satu sama lain, sama sekali tak akan pernah berakhir dengan damai begitu juga dimata masyarakat umum mungkin terasa janggal bila satu keluarga tidak dapat saling melindungi satu sama lain, apalagi bila terjadi dengan orang lain ?, zaman telah berubah, segala sesuatunya bisa berakhir dengan kedamaian & dapat segera diselesaikan dengan musyawarah, karena negara kitapun adalah negara demokrasi, apa salahnya kita belajar open mind serta berjiwa besar dalam menghadapi hidup ini. Kita tidak akan pernah berhasil memaksakan kehendak kita kepada siapapun, apalagi merubah watak seseorang, karena itu semua adalah karunia Allah SWT, yang menjadi keunikan serta perbedaan antara satu individu, dengan yang lainnya. Setiap insan manusia memang diciptakan dengan keunikan masing-masing yang menjadi ciri khas tiap individu, sekarang bagaimana caranya supaya hati kita dapat menerima perbedaan pribadi tersebut ? Semoga dapat menjadi masukan yang berguna untuk dapat membantu mendewasakan jalan pikiran serta hati kita masing-masing, yang mungkin saat ini tergerus dengan suatu kebiasaan yang mungkin mulai saatnya harus dirubah, supaya dikemudian hari dapat dijalani dengan kedamaian hati dan pikiran. Perdebatan tidak harus berakhir dengan pertikaian yang panjang bukan......masih banyak yang dapat kita lakukan yaitu yang positif guna mengisi kehidupan kita masing-masing yang entah kapan akan berakhir, karena hidup di dunia ini hanyalah sementara saja, tidak ada yang abadi, perbedaanya hanya waktu saja, masih ada kehidupan lain yang menanti kita, yang mengharapkan agar kita mengisi hidup ini dengan amal ibadah kebaikan.

10 November, 2008

madio senja hari


Tulusnya cinta seseorang bukanlah diukur dari seberapa besar pengorbananmu... atau sedalam apa luka yg kamu dapat semenjak kamu menyerahkan rasa cintamu kepadanya... Berharganya cinta bukanlah diukur dari berapa lama kamu terpuruk atau hanya kepada siapa yg bisa buatmu melupakan cinta yang lalu, Mengharap cinta sejati hanya dapat di raih dengan perasaan, "Bila kamu memang mencintai... kamu tak perlu mengukur itu semua, untuk mengetahui bagaimana dalamnya cintamu, karena jauh dalam lubuk hatimu yang paling dalam hatimu sudah bisa merasakan betapa kamu mencintainya......

Wanita masa kini




Perhatikanlah, betapa banyak kita saksikan para wanita yang bertabaruj atau menampakkan keindahan perhiasan tubuhnya didepan umum. Kita lihat para wanita yang belajar dan bekerja diantara barisan para lelaki, mereka bekerja bersama lelaki sebagaimana salah seorang mereka bekerja bersama salah seorang keluarganya yang mahram, mengendarai mobil dan bersafar bersamanya

Setiap insan pernah merasakan cemburu, namun adakah rasa cemburu tatkala melihat kemaksiatan ? Kini kita lihat bagaimana fenomena yang ada bila rasa cemburu telah hilang.

Betapa banyak orang yang mengaku dirinya memiliki rasa cemburu, namun justru menanggalkan pakaian malu dengan melakukan perbuatan-perbuatan haram atau membiarkan kemaksiatan. Padahal Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam telah mewasiatkan kepada umatnya agar memiliki akhlak Al-Ghoiroh (cemburu).

Beliau telah menerangkan kedudukan akhlak yang utama ini dalam sabdanya (yang artinya) :
“Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala cemburu dan cemburunya Allah bila seseorang mendatangi apa yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Beliau Shalallahu’alaihi Wassallam menjelaskan bahwa Allah memiliki sifat cemburu bila dilanggar keharaman-keharamannya dan dilampaui batasan¬-batasannya, dan siapa yang telah melanggar apa yang Allah haramkan berarti telah (berani) melewati sebuah pagar yang besar.

Akhlak AI-Ghoiroh ini begitu menghujam dalam hati para sahabat, karena perhatian dan kesungguhan mereka dalam mengikuti wasiat Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam. Sa’ad bin Ubadah Radhiyallahu ‘anhu berkata :
“Seandainya aku melihat seorang laki-laki bersama istriku niscaya aku akan memukulnya dengan pedang sebagai sangsinya. Nabi Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda, “Apakah kalian takjub dengan cemburunya Sa’ad, sesungguhnya aku lebih cemburu darinya dan Allah lebih cemburu dari padaku”. (HR. Al Bukhari).

Akhlak ini juga berpengaruh dalam diri Aisyah Radhiyallahu ‘anha tatkala ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda :”Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak bersandal, telanjang dan belum berkhitan”. Aku berkata, “Perempuan dan laki-laki berkumpul, (berarti) sebagian mereka akan melihat sebagian yang lain ?!” Nabi Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda, “Wahai Aisyah ! Urusan saat itu lebih mengerikan dari pada mereka saling melihat”. (HR. Al Bukhari).
Karena rasa cemburulah Aisyah Radhiyallahu ‘anha belum berfikir tentang ketakutan yang terjadi pada hari itu.

Demikian pula Ali Radhiyallahu ‘anhu ketika diutus kesuatu negeri beliau berkata kepada penduduknya : “Aku telah mendengar bahwa wanita-wanita kalian akan mendekati orang-orang kafir azam di pasar-pasar, tidakkah kalian cemburu, sesungguhnya tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak memiliki rasa cemburu.”

Begitulah Al-Ghoiroh yang besar dalam diri para sahabat dan akhlak ini akan tetap berpengaruh pada diri orang-orang yang berpegang teguh dengan atsar salaf dan mengikuti jalan mereka.
Sebaliknya, al-ghoiroh hanya sekedar menjadi pengakuan bagi orang-orang yang ucapannya menyelisihi perbuatannya. Mereka mengaku memiliki rasa cemburu, namun membiarkan istri dan anak-anak perempuannya keluar rumah dengan menampakkan wajah, lengan, dada dan lekuk- lekuk tubuh, kemudian menjadi tontonan gratis para lelaki jalanan.

Suami yang demikian hendaknya memperhatikan peringatan Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam dalam sabdanya :
“Tiga gologan yang tidak akan masuk syurga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan dayyuts.” (HR. Nasa’i 5 :80-81; Hakim 1: 72, 4 : 146, Baihaqi 10 : 226 dan Ahmad 2 : 134).

Dayyuts ditafsirkan hadits-hadits lain, yaitu : Seorang kepala rumah tangga yang membiarkan kejelekan atau kerusakan dalam rumah tangganya. (Fathul Bari 10 : 401). Dayuts juga ditafsirkan oleh ulama : orang yang tidak cemburu terhadap istrinya.
Karena tiadanya rasa cemburu, akhirnya nampaklah perbuatan-perbuatan yang mengotori rasa malu dan melemahkan muru’ah (wibawa) sebagaimana perbuatan wanita-wanita jahil zaman sekarang.

Perhatikanlah, betapa banyak kita saksikan para wanita yang bertabaruj atau menampakkan keindahan perhiasan tubuhnya didepan umum. Kita lihat para wanita yang belajar dan bekerja diantara barisan para lelaki, mereka bekerja bersama lelaki sebagaimana salah seorang mereka bekerja bersama salah seorang keluarganya yang mahram, mengendarai mobil dan bersafar bersamanya atau kita lihat juga perginya seorang wanita bersama sopir pribadi ke tempat-tempat seperti pasar, sekolah dan lain-lain, tanpa rasa malu sedikitpun, bahkan sopir tadi dengan bebasnya keluar masuk rumah sebagaimana mahramnya tanpa wanita itu merasa berdosa dan malu pada sopirnya, dengan dalih ia hanya seorang sopir.

Betapa banyak terjadi kesalahan dan pelanggaran kehormatan dengan sebab mengikuti hawa nafsu dan kebodohan. Kita lihat pula perbuatan wanita yang membeli dan melihat majalah- majalah cabul dan film hina serta mendengarkan musik dan lagu. Atau perbuatan wanita yang menari dalam resepsi pernikahan dan berbagai pesta dengan diiringi hiruk-pikuknya suara musik serta mengenakan pakaian yang dapat membangkitkan syahwat.

Lalu, apakah para wanita itu mengetahui apa makna malu yang sebenarnya?!!. Ataukah para wali-wali para wanita itu menyangka bahwa mereka adalah orang-orang yang memiliki AI-Ghoiroh (cemburu) ?!! Sungguh hal itu amat jauh
Oleh karena itu hendaklah kita kembali dan bertaubat kepada Allah aza wajalla dan menghisab atas apa yang telah kita lakukan berupa kebaikan dan keburukan.

(Disadur dari Kutaib wa Asafa Alal Ghoiroh oleh Ummu Abdillah)
Buletin Da’wah Al-Atsari, Cileungsi Edisi XII Syawal 1419/1999